SPATIAL ANALYSIS OF KLASSEN TYPOLOGY OF BANJARBAKULA METROPOLITAN URBAN AREA: REGIONAL AND SECTORAL APPROACHES

Authors

  • Nor Aufa Azizah Program Studi Magister Studi Pembangunan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia Author
  • Fitriyadi Fitriyadi Program Studi Magister Studi Pembangunan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia Author
  • Ahmad Yunani Program Studi Magister Studi Pembangunan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia Author

Keywords:

Class Typology, Banjarbakula Area, Region, Sectoral

Abstract

This study analyzes the inequality of economic development in the Banjarbakula Metropolitan Urban Area, emphasizing the spatial and sectoral distribution of growth. The objective of the study is to classify regencies and cities, as well as economic sectors, according to the Klassen Typology and to map core-periphery patterns as a basis for formulating more integrated and inclusive metropolitan development policies. The study uses a quantitative descriptive approach using secondary data from the 2020-2024 GRDP (Gross Domestic Product) and population for five regencies and cities in Banjarbakula, as well as the average for South Kalimantan Province. These data are analyzed through growth calculations and GRDP per capita, regional and sectoral Klassen Typology classifications, and then visualized in a Geographic Information System. The results indicate Banjarmasin City as a developed and fast-growing region, Banjarbaru City as an area with potential for rapid development, while Banjar, Barito Kuala, and Tanah Laut Regencies are relatively lagging behind. Sectorally, the central Banjarmasin-Banjarbaru corridor is dominated by advanced service and trade sectors, while the peripheral areas still rely on low-productivity primary sectors, requiring more targeted policy intervention.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anselin, L. (1988). Spatial Econometrics: Methods and Models (Vol. 4). Springer Science & Business Media.

Arsyad, L. (2010). Ekonomi pembangunan. Yogyakarta, Indonesia: UPP STIM YKPN.

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2008). Pedoman Praktis Penghitungan PDRB Kabupaten/Kota: Pengertian Dasar (Buku 1). Jakarta, Indonesia: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Kota Provinsi Kalimantan Selatan. (2025). Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistika.

Capello, R., & Cerisola, S. (2024). Towards a Double Bell Theory of Regional Disparities. The Annals of Regional Science, 73(4), 1701–1728.

Firmansyah, M., & Astuti, E. (2021). Analisis Pola Dan Struktur Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kota Mataram Dan Hubungan Kota Mataram Dengan Kabupaten Sekitarnya Di Pulau Lombok Propinsi Nusa Tenggara Barat. Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(1), 17-25.

Iammarino, S., Rodríguez-Pose, A., & Storper, M. (2019). Regional Inequality in Europe: Evidence, Theory and Policy Implications. Journal of Economic Geography, 19(2), 273–298.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2020). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta, Indonesia: Kementerian PPN/Bappenas.

Kuncoro, M. (2004). Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Jakarta, Indonesia: Erlangga.

Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., & Rhind, D. W. (2010). Geographic information systems and science (3rd ed.). Chichester, England: John Wiley & Sons.

Nefedova, T. G., & Starikova, A. V. (2022). Old-developed areas and socio-geographic space of Russia: From the editors of the special issue. Regional Research of Russia, 12(1), 1–5.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725. Jakarta: Sekretariat Negara.

___________________________. (2024). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Kawasan Perkotaan Metropolitan Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 175. Jakarta: Sekretariat Negara.

Perroux, F. (1955). Note Sur La Notion De Pôle De Croissance. Économie Appliquée, 8, 307–320.

Purwanti, P. A. P., & Setyari, N. P. W. (2021). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Wilayah di Kawasan Strategis SARBAGITA (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, 18(2), 189-200.

Sjafrizal. (1997). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional Wilayah Indonesia Bagian Barat. Jakarta: Prisma.

Sukirno, S. (2006). Makroekonomi: Teori pengantar (Ed. 3). Jakarta, Indonesia: PT RajaGrafindo Persada.

_________. (2007). Ekonomi Pembangunan: Teori, Masalah, dan Kebijakan. Yogyakarta, Indonesia: UPP STIM YKPN.

Tarigan, R. (2012). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi (Ed. revisi). Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Pembangunan Ekonomi, Edisi Kesebelas. Jakarta: Erlangga.

Wahyuningsih, P., & Wicaksono, T. (2021). Pemetaan Potensi Daerah Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto Menggunakan Metode Tipologi Klassen dan Location Quetient (LQ) (Studi Kasus di Kabupaten Rembang Tahun 2016-2020). Jurnal Akuntansi Dan Bisnis, 7(01).

Widodo, T. (2006). Perencanaan Pembangunan: Aplikasi Komputer Era Otonomi Daerah. Yogyakarta, Indonesia: UPP STIM YKPN.

Zuswanto, Z., TP, H. M. M., & Kaeksi, R. W. (2014). Analisis Spasial Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran, Kota Semarang, Kota Salatiga Dan Purwodadi) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2012 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Downloads

Published

2025-12-17